Jalanan

Hidup bagaikan jalan raya
Sangat penuh dengan belokan
Kadang kiri kadang kanan
Banyak turunan dan tanjakan
Banyak luka dan jahitan
Tak kurang pula adanya,
Lobang dan tikungan

Tajam menikam
Perih dan sangat kejam
Terlihat sangat kejam

Kau tak bisa merintih
Tahanlah rasa sakit dan perih
Harus kuatkan diri
Karena kau bisa lari
Tetapi takkan bisa sembunyi

Berlaju di jalan yang gelap
Tanpa bebintang yang gemerlap
Bulan menghilang seperti sulap

Jalanan panjang yang redup
Tak ada yang keluar hidup

Carilah sebuah belokan nyata
Pilih jalanmu dan hiduplah,
Dengan konsekuensi nyata
Kadang tak sesuai logika
Walau terjatuh kesakitan
Berdirilah dengan tegak
Walau penuh dengan darah

Jangan memilih jalan pintas
Dengan arah yang tak jelas
Karena hasilnya belum tentu pantas
Pikirkan dengan keras
Dengan kepala mendongak ke atas
Teriakkan dengan tegas

Apakah gerangan keinginanmu?
Dimanakah tujuanmu?
Kemana angin menuntunmu?

Mengalir mengikuti
Pilih sendiri
Tenggelam di kali,
Atau memilih berhenti di hilir
Menuju laut dengan berlari
Walau jalanan penuh duri

Jadikan keringat dan rasa sakit
Menjadi sebuah pondasi
Karena kau takkan bisa menghindari

Bagaimana angin kau lawan?
Bagaimana kau kuburkan lautan?
Bagaimana gunung kau hancurkan?
Melawan cahaya dengan kegelapan?
Bukankah mereka tetap bersinar dengan,
Diam dan selalu menyembunyikan

Karena pasti kan muncul redup
Dan tak ada yang keluar hidup-hidup!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23

A letter #12

A Story #2