NAHKODA DAN PERAHU

Bayang kan oleh kitA Brada dalam perAhu sebagai awak kapal atau nyaman berada pada bangku penupang yg terhormat Jangan lihat nahkoda dengan hati iri juga kebencian Saat jalan kan perahu sempat tergoncang Banyak alasan tolong cermat lihat dengan dengarkan Jalan seiring buang persetan Ajukan jawapan sudah patut kah kebersamaan? lantas pantas berebut kan kemudi demi sebuah pujian dan pengakuan? Buang ego dengar renungan! Pantas layak sebagai acuan! Jangan Ini perahu sungguhan bukan prahu ini bukan Prahu kertas yg hanya indah bila di dendangkan Ini perahu sungguhan Prahu yg nyata butuh kekompakan Kepercayaan Kebersaman Agar prahu melaju indah beraturan Jangan buta dan tuli kritik saran Mereka bukan kebencian yg perlu di perhitung kan Melainkan teman bukan lawan Duduk bersama hindari pertempuran Ini bukan medan laga yg merlukan jagoan Sangat mudah jadi jagoan tetik api taruh di badan Biar lah jlan kedepan percayakan ke dia dan pada tuhan Aku insan datang dari dunia kerinduan Terbangun dan ingin ajukan pertanyaan Dambakan kapal ini indah atau pincang? Ingin tenggelam atau lari menjauh bubar tanpa aturan Lantas kejam sadis kita atau lautan? Ini sebongkah renungan penulis bukan lah preman Penulis yg tak gila pengakuan Teruntuk badan tersesat dalam perumpamaan Ahir kata Aku akan tidur kembali dalam ratapa Ridu ku yg tak yg tak tergantikan Pesanku pada yg bersemayam pada kata "kalian" Kumpulkan sabar jauhi ajuran setanBayang kan oleh kitA Brada dalam perAhu sebagai awak kapal atau nyaman berada pada bangku penupang Jangan lihat nahkoda dengan hati iri dan kebencian Bila jalan kan perahu pada dimensi nya sempat tergoncang Banyak alasan tolong cermat lihat dan dengarkan Jalan seiring buang persetan Ajukan pertanyaan sudah patut kah kebersamaan Apa kah lantas pantas berebut kan kemudi demi sebuah pujian dan pengakuan Buang ego dengar renungan Pantas layak sebagai acuan Jangan Ini perahu sungguhan bukan prahu kertas Prahu kertas yg hanya indah dalam dendangan Beda dengan perahu sungguhan Prahu yg nyata butuh kekompakan Kepercayaan Kebersaman Agar prahu melaju melju Jangan buta dan buta kritik saran Mereka bukan kebencian yg perlu di perhitung kan Aku insan datang dari dunia kerinduan Terbangun dan ingin ajukan pertanyaan Dambakan kapal ini indah atau pincang? Ingin tenggelam atau lari menjauh bubar tanpa aturan Lantas kejam sadis kita atau lautan? Ini sebongkah renungan penulis bukan lah preman Penulis yg tak gila pengakuan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23

A letter #12

A Story #2