pengujung jalan

Berada di penghujung jaman 
Banyak yang terampas dari posisi dan hapitat nyata
Suara merdu berganti dengan riuh rumah berjalan berpolusi
Aroma harum cemara dan cendana hilang di telan oleh keserakahan
Indah tak tergati kan oleh seribu kepalsuan

Bising tercipta karna banyaknya kepemilikan
Pantaskah sebuah lingkaran hijau dan adap ini tergadaikan demi sebuah kepingan recehan

Merdu nya alunan setelah turun hujan punah tak pernah di perdengarkan
Pemecah malam tak pernah di tontonkan
Inikah yg di namakan kemajuan
Apa justru ini bukan kah kemunduran
 Apa yg tersisa kelak bila nyaman pun berganti dengan  korsi yg penuh duri hingga tak enak di duduki
Rumah tak lgi  penghuni
Tak lagi didatangi guna jadi tempat peristirahatan 

Bermunculan hal baru yg membingungkan
Napas harus siap kan pengaman 
Apa kelak keluarpun kita harus hindari grumunan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23

A letter #12

A Story #2