Perjalanan Sebatang Rokok

Dengan asap rokok yang menyala pelan
Emosi dan pikiran yang tak sejalan
Awan-awan hitam di pinggiran,
Negeri kami yang oenuh kotoran

Pembunuh semut demi recehan
Para tikus yang berkeliaran
Siapakah tokoh fiktif yang dipertanyakan?
Apakah yang harus kita perjuangkan?
Bahkan para pejuang tak mendapat perhatian
Tak ada rasa kasihan,
Kepada para orang yang tak mampu meninggalkan,
Ataupun serdadu yang tak berani menyuarakan,
Lantangnya kesalahan

Asap rokokku yang berteriak kesakitan
Negeri yang penuh lautan,
Darah yang penuh kebohongan
Jurang tak dalam dalang pembunuhan
Hilang disebabkan menyampaikan
Badai yang tak pernah bersalaman

Perahu dan asap rokok bertentangan
Berlawanan arah merusak tatanan
Cara bertahan yang tercipta di hutan
Kekejaman yang takkan,
Pernah berbelas kasihan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23

A letter #12

A Story #2