Rintihan Pagi

Pernahkah kau mengerti

Embun indah menghiasi pagi

Yang tak membekas, di hati yang telah mati

Dari sepucuk kertas yang menyayat hati

Yang telah lama mencoba tuk berhenti

Melupakan kisah yang perih

Gerimis menemani

Sebuah tangisan lirih

Yang membuatku sadar selama ini

Kasih sayang mu sangatlah keji

Dikala kau berlari

Sebilah pisau menancap di hati

Sakit tapi tak pasti

Tak terlihat tapi perih

Pernah kukatakan kasih

Membuat aku tertatih

Terjatuh tinggi

Yang membuatku sadar selama ini

Kau layak dipanggil babi

Bajingan tak berhati

Meninggalkan bekas luka

Pada hati yang telah terlena

Pada kata cinta

Yang pernah kau berikan

Beserta kata sayang

Yang masih terbayang

Mengikuti bak bayangan

Membekas luka dalam angan

Merusak damainya pikiran

Getarkan telapak tangan

Telapak tangan halus seorang gadis

Yang merintih dan menangis

Pada kenyataan yang sadis

Berbekal patahan pensil alis

Aku melihat dan menulis

Sebuah rintihan pagi

Dari seorang gadis

Yang sedang bersedih

Membayangkan sebuah kasih

Walau hatinya telah perih

Karena kisahnya tak sesuai ekspektasi

Dan membuat hatinya mati

Akankah sang gadis akan pulih?

Entah berapa pagi

Ia terus merintih

Menangis lirih

Dengan embun yang indah dan rintihan pagi

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23

A letter #12

A Story #2