20 Tahun ya...
Sejak pertama kau buka mata melihat dunia
Tanpa engkau sadari bahwa kau adalah karunia
Ingatlah bahwa kehadiranmu adalah berkah
Sumber pasti kebahagiaan
Menciptakan tawa dan senyuman
Canda tawa mu yang membawa kesenangan
Sudah 20 tahun sejak itu,
Banyak yang telah berlalu,
Tenggelam dan terjatuh,
Tetap bangkit berdiri teguh
Sungguh takjub aku padamu.
Sering kukatakan bahwa kau cantik.
Aku sayang kau.
Aku cinta kau.
Bukanlah untuk menggooda atau berucap manis semata,
Kuucapkan semua sepenuh hati karena memang itu yang kurasakan
Bukan sekedar tulisan atau kata-kata
Itulah perasaan terdalam yang selalu ingin kuungkapkan.
Kukatakan bahwa aku melihat tuhan dalam dirimu.
Jiwa mu yang indah bagai malam penuh salju.
Maka ingin kubuka sayap untuk membuatmu hangat selalu.
mampukah diriku?
Didalam awan dan langit yang biru,
Ingin kubawa terbang untuk melihat indahnya bumi kita.
Andai dapat kupanggil naga, akan kubawa kau kemana saja.
Kutau sebuah dosa saat kuucapkan.
Ku cinta kau lebih dari tuhan.
Aku mencintai tuhan sebagai hamba-Nya,
Aku mencintaimu tak terbatas kata benda ataupun sifat.
Tak terhalang ruang ataupun waktu.
Sungguh hatiku telah terjerat.
Bahagianya hatiku sebagai penikmat senyummu.
Telah 20 tahun umurmu.
Yang kutanyakan dan kuinginkan,
Dapatkah aku bersamamu tanpa terpisah umur.
Dan bahkan dunia menjadi penghalang keinginanku hidup abadi bersamamu.
Puisiku memang tak bagus.
Tak indah ataupun merdu.
Tak semanis atau semurni madu.
Sungguh indahnya dirimu.
Selamat ulang tahun sayangku.
I love you.
I will always love you.
I miss you every day.
Happy Birthday, love.
Otanjoubi Omedeto, Darin.
Anisah Zahra Azhari.
22 Oktober 2022.
Komentar
Posting Komentar