Si BODOH
WAHAI PENDUKUNG KU YANG SETIA!
BAGAI PERMATA YANG MULIA!
KARENA ENGKAU MEMANG "YANG MULIA"!
Lihatlah susunan kata bagaikan pita
Kata-perkata rapih bak bata, tembok tinggi perkasa
Mari kita lihat dari surga, SI BODOH telah berulah
SI BODOH mengambil langkah yang salah
Membuatnya kembali kalah
Egonya tak terbelah
Ia hancurkan harapan hidupnya
WAHAI PENDENGAR KU YANG SETIA!
ENGKAU BERUPA DUNIA!
Indah dan dihancurkan ego balita
SI BODOH membuat sedih seorang wanita
Membuat hancur hati sang bunga
Bunga yang Cemerlang dan Ramah
Yang telah dianggap SI BODOH sebagai rumah
SI BODOH dengan ego nya salah melangkah
Indah menjadi porak-poranda
Yang telah benar menjadi salah-kaprah
WAHAI WANITA KU YANG SETIA!
Permohonan maaf takkan cukup mengobati luka
Kecerobohan SI BODOH yang selalu buta
Lupa akan sayang dan cinta
Dari sang Bunga yang Cemerlang dan Ramah
SI BODOH memohon kepada jari yang lelah
Untuk menulis dan mengetik pernyataan kalah
Bahwa ego nya telah melukai sang SETIA
Sekarang SI BODOH terdiam
Termenung marah dan geram
Hari nya bak hutan tanpa bulan saat malam
Terjebak atas kesalahan yang kelam
Satu-dua kalimat membuatnya tenggelam
Menarik PENDUKUNG KU, PENDENGAR KU, WANITA KU ikut terjebur ke dalam
Lautan tanpa dasar atas sebuah kesakitan
SI BODOH tak lepas dari bayang sang Bunga Cemerlang yang Ramah
Hari nya yang kini kosong tanpa rumah
LIHATLAH SI BODOH!
Menggoyang egonya hingga roboh
Memukuli dirinya karena bodoh
Karena ia selalu bodoh
AKU LAH SI BODOH!
Aku minta maaf
Semoga sang Bunga Cemerlang yang Ramah tetap sabar
Menemani SI BODOH hingga menjadi pintar
Otak nya yang sempit menjadi lebar
Egonya hilang menjadi sadar
Warnailah kembali hidup ku
Sebagaimana cincin di jariku
Menemani ku
Menghantui ku dengan perasaan rancu
Aku sayang padamu
Maafkan aku yang buta hanya karena alasan yang tabu
Melukaimu
Maafkan aku
Temani aku
I love you
Komentar
Posting Komentar